Jumat, 21 November 2014

Cerpen baru niiihhhh...



H

idup itu indah. Terlebih saat kau memiliki pasangan yang sangat setia. Pasangan yang bisa sekaligus menjadi adik. Pasangan yang bisa sekaligus menjadi sahabat. Dan aku rasa itu terjadi padaku. Aku beruntung bisa berkenalan dengannya. Aku tidak akan pernah menyesali pertemuan pertama dengannya. Kisah itu berawal ketika aku menginjakkan kaki di kelas 8 SMP.Oiya, sebelumnya perkenalkan namaku Haykal.
            Saat jam istirahat, Aku, Dimas, Dzidan, dan Akmal yang kebetulan kami sekelas, dikelas 8A pergi ke kantin bersamaan. Tepat pada hari itu adalah hari pertama kami duduk di kelas 8 Yeah Masa pertengahan, dimana kami memiliki kakak kelas dan juga akan memiliki adik kelas. Ya kami memang selalu bersama suka maupun duka. Tepat pada hari itu adalah masa masa orientasi untuk seluruh anak – anak kelas 7.
3 hari kemudian
            Setelah masa orientasi selesai kami berempat kembali pergi ke kantin pada hari itu. Pada saat melewati perpustakaan, aku melihat seorang anak perempuan sedang terlihat kesusahan membawa banyak buku. Akhirnya aku membantu membawa buku-buku itu dan membawanya ke kelasnya. Dari situlah kami berkenalan. Ternyata namanya adalah Kesha. Lama kelamaan kami menjadi semakin dekat bahkan seperti adik kakak yang tak bisa dipisahkan. Dia telah menganggapku kakak, mungkin juga kakak teristimewa dan juga sebaliknya. Ia pernah bahkan sering menjadikan aku sebagai tempat mencurahkan semua keluh kesahnya.
             “Kak, aku mau cerita ke kakak. Boleh yaaaa…. Pliiissss.” Katanya saat kami berjalan ke lantai 3 gedung sekolah.
“Mmmm kamu mau curhat apa?...Kalo mau curhat silahkan, nanti kakak dengerin. Siapa tau kakak bisa bantu.” Ujarku. Ia bercerita tentang semua keluh kesahnya pada hari itu. Ia bercerita bisa sampai berjam jam tetapi anehnya aku biasa saja tak ada rasa bosan untuk mendengarkan ceritanya. Aku senang melihat wajah bahagianya, Parasnya yang cantik secantik namanya dan sikapnya yang anggun membuat dia menjadi idaman semua cowok yang ada disekolah kami.
            Disitulah aku merasakannya. Merasakan suatu getaran-getaran yang membuat diriku berbeda. Perasaan yang membuat diriku sering galau. Kini aku menjadi sering sekali chatting dengannya. Mulai dari Facebook, Whatsapp, Line, dan terkadang kami saling menelfon satu sama lain. Kami Membahas apa saja yang kami alami. Bercanda ria seperti pasangan kakak beradik sungguhan hanya kalau kami kan berbeda orangtua. Kami selalu menanggapinya dengan serius terkadang kami bertengkar hanya karena masalah-masalah sepele yang akhirnya memulai perdebatan antara kami berdua. Tetapi, pada akhirnya aku mengalah kepadanya karena, terkadang membuat ia menangis. Aku paling tidak suka melihat seseorang yang aku sayangi itu menangis terlebih adikku sendiri.
            Keesokan harinya, kami kembali bertemu. Kali ini agak sedikit berbeda karena aku tidak ditemani oleh teman-teman ku. Kami pun berjalan ke kantin berdua bagaikan pasangan yang baru saja jadian. Terkadang anak-anak di sekolah kami iri pada kami karena kedekatan kami yang sudah seperti pacaran. Kami sering Hang-out bareng, nonton bioskop, dan juga makan berdua di cafĂ©.
            Hari – hari bahagia itu kami lewati dengan bersuka ria. Ya, hanya kami berdua Aku dan Dia. Dia yang sering ngegreet aku, dia yang sering menyapa aku, dia yang selalu mengisi hari-hariku, dia yang selalu menyemangati aku saat aku jatuh, dia yang selalu menjadi adik yang selalu setia menemani kakaknya kemanapun ia pergi.
            Dia sangat sangat spesial bagiku bahkan sampai aku membuatkannya puisi dan puisi ini aku berikan kepadanya. Kini aku memanggilnya dengan sebutan “My Little Girl”. Panggilan khusus itu kuberikan padanya setelah aku membuat puisi itu. Kami sering sekali bersama.  Sampai suatu saat ada orang lain yang membuatnya berubah 180 derajat. Ya, namanya Rayhan dan itu adalah temanku sendiri. Dan akhirnya pada hari itu mereka jadian L.  Sempat tersesali olehku kejadian di sekolah tadi karena, sebenarnya yang membuat mereka dekat adalah aku. Sekarang ia lebih memilih bersama orang itu. Ia lebih memilih berjalan berdampingan dengannya daripada denganku. Ia lebih memilih bercerita semua keluh kesahnya kepada dia bukan denganku. Ia lebih memilih makan berdua dengannya dibandingkan denganku.
            “Apa salahku? Apa yang membuat ia lebih sering dengan orang itu dibandingkan denganku? Apa salahku?” Ucap batinku.
Karena peristiwa itu sekarang aku lebih memilih menyendiri diantara keramaian yang ada. Aku lebih sering murung. Aku lebih memilih menghindar darinya. Sampai-sampai ia bertanya kepadaku. “Kak, kamu kenapa? kok lebih sering murung sih sekarang?beda sama kakak yang dulu.”
 Aku pun menjawabnya dengan santai “Ah, apaan sih kamu..hahaha..Aku gapapa kok dek..im fineJ” .
            Sekarang aku lebih sering mencurahkan isi hatiku melalui sebuah puisi. Sudah banyak puisi yang aku buat dan itu semua mencerminkan perasaanku sekarang. Saat aku mencari referensi puisi di internet aku juga menemukan puisi karangan Kahlil Gibran yang berisi tentang cinta. Ya, itu sangat cocok untukku. Yang memiliki judul “AKU ATAU KAMU YANG TERLUKA” begini  isi puisinya..
AKU ATAU KAMU YANG TERLUKA
CINTA YANG AGUNG adalah ketika kamu  menitikkan air mata dan MASIH perduli terhadapnya
Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia
Adalah ketika ia mulai mencintai orang lain tetapi kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata
‘Aku turut bahagia untukmu’

 Apabila cinta tidak berhasil
BEBASKAN dirimu…
 Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
Dan terbang ke alam bebas LAGI

Ingatlah…
Bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya
Tetapi ketika cinta itu mati kamu TIDAK perlu mati bersamanya
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana”
Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana”
Seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Apabila cinta memanggilmu
Ikutilah dia walaupun jalannya berliku liku
Dan apabila sayapnya merangkulmu pasrahlah serta menyerah
Walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu

Puisi itu sangat menyentuh hatiku. Seketika aku teringat masa-masa bahagiaku dengannya. Tanpa kusadari air mataku menetes. Lalu datanglah temanku, Akmal dan bertanya “ Lu kenapa,?”
Lagi-lagi aku menjawab dengan santai “ Gue ngga papa kok”  Segera kuusap air mataku yang menetes itu. Aku langsung pergi meninggalkannya tanpa meninggalkan kata- kata.

Sesampainya di rumah..

            Aku masih memikirkan kejadian tadi di sekolah. Seketika kepalaku pusing. Mungkin karena aku banyak pikiran kali ya ujarku dalam hati. Pusingnya semakin menjadi-jadi saat aku memikirkan dia. Dan pada akhirnya aku putuskan untuk aku beristirahat. Kemudian aku terbangun dengan kondisi lemah, lemah sekali bahkan lebih lemah dari orang sakit pada umumnya.

            Keesokan harinya, tiba-tiba pusing itu datang kembali dan kali ini disertai mimisan. Tetapi tetap aku paksakan berangkat ke sekolah. Saat itu ada pelajaran matematika di kelasku. Dan kebetulan salah satu temanku yang sudah ku anggap sebagai saudara, Riani namanya, berulang tahun. Semua berbahagia pada waktu itu tetapi, aku tetap saja murung.

            Semua orang bertanya-tanya kepadaku “Lu kenapa sih? Ada masalah kah? cerita aja kenapa sih..” itu kata yang diucapkan sebagian besar orang yang menanyakan keadaanku sekarang.
             Saat dirumah, aku merasa lemah, lemah sekali. Akhirnya mamaku membawaku ke dokter. Dan dari hasil tes aku mengidap penyakit Kanker Jaringan Lunak. Aku sangat terkejut, sedih, sakit semua bercampur jadi satu. Aku merasa hidupku takkan lama lagi.

            Sekarang, aku lebih memilih diam. Aku lebih memilih beristirahat dirumah. Selagi ada waktu luang aku menghabiskannya dengan membuat Puisi karanganku sendiri. Sudah banyak puisi yang ku karang. Tiba tiba rasa sakit itu datang lagi aku meringis kesakitan. Entah kenapa sakit ini lebih sakit daripada sebelumnya.
           
Pada malam itu juga aku dibawa oleh orang tuaku ke rumah sakit. Saat aku sudah merasa siuman aku iseng membuat satu puisi walaupun aku merasakan sakit yang amat perih.
 Isinya seperti ini :

Setiap manusia itu pasti memiliki cahaya
Cahaya kehidupan yang sangat terang
Terang bagaikan sinar matahari
Yang selalu menyinari alam semesta yang fana ini

Cahaya itu yang membuatku semangat
Semangat mengarungi bahtera kehidupan ini
Semangat untuk membuat semua orang tersenyum
Walaupun pada akhirnya aku harus tersakiti

Sekarang Cahaya itu mulai redup, redup sekali
Sampai sampai tidak ada lagi cahaya kehidupan pada diriku lagi
Aku merasa lemah, lemah sekali
Lebih lemah dari orang yang sakit

Entah mengapa aku merasa aku ingin pulang
Pulang ke kehidupan abadiku di surga
Aku ingin rasa sakit ini segera hilang
Walaupun pada akhirnya akan membuat semua orang yang kusayangi sedih

Aku ingin pulang….

Kemudian aku pun memberi kepadanya puisi itu yang kebetulan ada di sebelah ranjangku. Aku sempat mengatakan kata terakhirku untuknya “Kesha, maafin kakak. Sekarang kakak mau pergi….” Seketika aku benar benar merasa ingin pulang. Aku pun tertidur. Aku melihat suatu pintu yang bercahaya putih sangat kuat. Aku pun mengikutinya sampai akhirnya aku tidur untuk selama-lamanya dan juga meninggalkan dia untuk selamanya tanpa berpamitan dengannya. Dan aku rasa itu puisi terakhir yang kuberikan padanya. Semoga rasa cintaku padanya kan abadi untuk selamanya.

Semoga bermanfaat yoo yang bacanyaa....semoga aja  yang galau karena gebetannya diambil orang ...itu cepet move on...karena buat apa sob kita galau lama lama mending happy aja iye ngga?